GALAMEDIA – Polemik mengenai program sertifikasi dai menjadi perbincangan panas di kalangan masyarat Indonesia hari ini.
Kebijakan tersebut tidak terlepas dari pro dan kontra, baik itu di berbagai pihak organisasi, tokoh, maupun masyarakat Indonesia pada umumnya.
Terdapat pendapat publik yang mengatakan, program tersebut merupakan sebuah upaya mendiskreditkan umat Islam.
Baca Juga: Besok Seluruh Wilayah di Indonesia Bakal Gelap Gulita, Semua Dimulai dari Bandung
Di samping itu terdapat juga pendapat yang mengatakan, hal tersebut sebuah upaya dari pemerintah untuk memberikan kemaslahatan kepada publik.
Salah satu yang pro terhadap kebijakan sertifikasi dai tersebut adalah tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.
Dilansir Galamedia dari YouTube Karni Ilyas Club, pada Sabtu, 27 Maret 2021, berikut tanggapan Ngabalin terkait program sertifikasi dai.
Ngabalin menilai bahwa program tersebut tidak mempunyai kepentingan yang lain, kecuali untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Baca Juga: Asyik!!! Dana Bansos Rp 1,8 Juta DKI Jakarta Dicairkan Mulai Besok Jumat, 26 Maret 2021
“Tidak ada orientasi satu pun, kepentingan dan kebijakan negara, kecuali untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dan khususnya kepada umat Islam,” ujar Ngabalin.