• Beranda
  • Isu Utama
  • Bangun Negeri
  • Aspirasi
No Result
View All Result
cuit_ngabalin
No Result
View All Result
Home Opini

Fadli Zon Tuding Pemerintah Embuskan Isu Radikal, Ngabalin: Manuvernya Cetek

doddodydod by doddodydod
24 November 2020
in Opini
0
0
SHARES
0
VIEWS

Detik.com Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menuding isu radikalisme sengaja dikeluarkan untuk menutupi ketidakbecusan pemerintah. Tenaga ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin menganggap pernyataan Fadli Zon hal yang lucu, mengingat Gerindra saat ini masuk dalam koalisi pemerintah.

Related Posts

Eril Masih Belum Ditemukan, Ngabalin KSP: Terus Memonitor dan Berdoa Untuk Kekuatan Ridwan Kamil dan Istri

UAS Tak Bisa Masuk Singapura, Ngabalin Sebut Tak Ada Korelasi dengan Pemerintah

Ali Ngabalin Murka Jenazah Jokowi Disebut Bakal Ditolak Bumi Gegara Hutang Negara: Belajarlah Jadi Manusia

Mardani Ali kritik aturan mudik dilarang tapi wisata dibuka, Ngabalin: Tempat wisata prokesnya ketat

“Kalau Fadli Zon abaikan saja mengkritik pemerintah bagaimana mungkin sementara Gerindra adalah koalisi pemerintah lucukan,” kata Ngabalin ketika dihubungi, Sabtu (28/12/2019).


Dia pun menilai manuver politik Fadli Zon berada di tingkat rendah. Ngabalin meminta Fadli Zon belajar bagaimana berpolitik bernegara.

“Jadi manuver politiknya cetek. Suruh belajar yang banyak sama senior-seniornya supaya ada pembelajaran paham berpolitik bernegara,” ujarnya.

“Mungkin masih terlalu muda, jadi terkadang ngawur tidak karuan hehehe,” lanjut Ngabalin.

Sebelumnya, pernyataan itu disampaikan Fadli dalam diskusi bertajuk ‘Indonesia Milik Kita atau Milik Siapa?’ di Restoran Raden Bahari, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019). Fadli awalnya mengutip Bung Hatta soal tujuan kemerdekaan, yaitu mencapai kebahagiaan rakyat, kesejahteraan rakyat, kebebasan dan kemerdekaan rakyat, serta kedamaian rakyat.

Fadli lalu menyinggung isu radikalisme yang menurutnya sengaja dihembuskan oleh pemerintah dan berpotensi membuat masyarakat terpecah belah. Menurutnya, radikalisme menjadi kambing hitam karena pemerintah tak becus mengelola negara.

“Jadi ini yang menurut saya sangat berbahaya, sehingga kita bisa bertanya, sebetulnya agenda apa ini? Sampai Menteri Keuangan pun harus berbicara tentang radikalisme. Jadi radikalisme ini menjadi satu dalih yang paling mudah untuk menutupi ketidakbecusan. Dan ini yang menurut saya sedang terjadi sekarang ini,” ujar Fadli.

“Harus ada kambing hitam, dan kambing hitam itu namanya adalah radikalisme. Padahal, di balik radikalisme ini, menurut saya adalah ketidakbecusan di dalam me-manage dan mengelola bangsa ini,” imbuhnya.

Next Post

KSP: Ngabalin 1 Pesawat dengan Edhy Prabowo tapi Tak Diamankan KPK

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terpopuler

Tak Berkategori

Kakorlantas Apresiasi PJR Cikampek Gagalkan Aksi Pencurian Ban Serep di Tol

by doddodydod
14 Februari 2026
0

Jakarta - Jajaran PJR Induk Cikampek berhasil menggagalkan aksi pencurian ban serep yang menyasar kendaraan besar di bahu jalan Tol...

Read more
Prev Next

Kakorlantas Apresiasi PJR Cikampek Gagalkan Aksi Pencurian Ban Serep di Tol

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

Kakorlantas Polri Ajak Wujudkan Zero Accident dan Berikan Bantuan Kaki Palsu

Dr Muhamad Jumadi Buka Gladi Widya Satria Hasta Brata ke IV Kwarcab Kota Tegal

Anggaran Pilkada 2024 Lampung Selatan Rp 62 Miliar

Ketum Projo Hidupkan Lagi Wacana Jokowi 3 Periode!

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Anggaran Pilkada 2024 Lampung Selatan Rp 62 Miliar

by admin admin
8 Juli 2022
0

Ngabalin Ketularan Covid-19 Dari Siapa?

by Admin Ngabalincenter
11 Februari 2021
0

Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura, Ngabalin: Jangan Coba-Coba Korupsi

by Admin Ngabalincenter
27 Januari 2022
0

© Copyright Ngabalincenter Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Isu Utama
  • Bangun Negeri
  • Aspirasi

wpDiscuz