Jakarta, IDN Times – Presiden Republik Indonesia menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Dharma Olahraga kepada lima atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa. Penghargaan tersebut secara simbolis diberikan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, di di Wisma Kemenpora, Senin (27/12/2021).
Kelima atlet yang berhasil meraih anugerah tersebut adalah Tri Kusharjanto, Sony Dwi Kuncoro, dan Eng Hian dari cabang olahraga bulu tangksi. Lalu, ada Ni Nengah Widiasih dan Coni Ruswanto di cabang olahraga angkat besi.
Atas penghargaan tersebut, kelimanya diganjar bonus penghargaan masing-masing sebesar Rp40 juta.
Baca Juga: 10 Atlet Ganda Bulu Tangkis Indonesia yang Pernah Menjuarai India Open
1. Harapan Menpora kepada peraih pengharagaan Satyalancana Dharma Olahraga
Trikus diketahui merupakan atlet peraih medali perak di Olimpiade Sidney 2000. Sedangkan, Soni dan Eng Hian sama-sama mempersembahkan perunggu di Olimpiade Athena 2004. Hanya, Eng Hian kembali mempersembahkan prestasi dengan mengantarkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas Olimpiade Tokyo 2020 sebagai pelatih.
Sementara, Ni Nengah sudah mempersembahkan satu perak dan satu perunggu di Paralimpiade. Sementara Coni Ruswanto adalah pelatih powerlifting di NPC yang berhasil membawa banyak atlet meraih prestasi.
“Semoga ke depan, bagi yang masih bisa berbakti, khususnya dari yang saya sebutkan tadi, jika sebagai pelatih, dapat menunjukkan prestasinya lagi, kecuali Ni Nengah yang masih bermimpi meraih prestasi di Paralimpaide Paris 2024. Selamat semoga Indonesia semakin berprestasi dan kita semakin bangga terhadap atlet-atlet tingkat dunia,” kata Zainudin.
Baca Juga: Sepak Terjang Greysia/Apriyani 2021, Sukses Besar di Olimpiade
2. Penghargaan juga diberikan kepada pengurus cabang olahraga berprestasi
Lanjutkan membaca artikel di bawah
Editor’s picks
Selain kelima orang tersebut, Kemenpora juga memberikan penghargaan kepada pengurus cabang olahraga berprestasi di Indonesia. Mereka adalah
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), National Paralympic Committee (NPC), dan Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI).
PBSI diguyur bonus sebesar Rp10 miliar usai atletnya meraih prestasi di Olimpiade Tokyo 2020 hingga menjadi juara di Piala Thomas 2020. Sementara, NPC memberikan prestasi luar biasa pada tahun ini dengan meraih dua emas, tiga perak, dan empat perunggu, di ajang Paralimpiade Tokyo.
Ada juga PABSI yang berhasil membuat lifter-nya tak berhenti menyumbang medali pada ajang Olimpiade. Tim Angkat Besi Indonesia menyumbangkan satu perak dan dua perunggu lewat Eko Yuli Irawan, Windy Cantika Aisah, serta Rahmat Erwin Abdulla selama ajang bergengsi itu dihelat di Jepang.
Baca Juga: Indonesia Akan Perjuangkan Angkat Besi Ada di Olimpiade 2028
3. Target tinggi Indonesia di Olimpiade 2044
Zainudin menyebut, pemerintah tak cukup hanya melakukan pembinaan dan memacu prestasi atlet saja. Menurut dia, mereka harus diberi apresiasi berupa penghargaan. Tak pelak, negara hadir untuk menunjukkan perhatian kepada para pelaku olahraga di tanah air.
“Bapak Presiden (Joko Widodo) melalui kami menyampaikan selamat kepada penerima penghargaan Satyawacana Dharma Olahraga dan apresiasi yang sudah disampaikan. Salam hangat dari Bapak Presiden dan kita diminta terus meningkatkan prestasi, serta menjaga konsistensi,” ujar pria berusia 59 tahun tersebut.
Lebih jauh, Zainudi meminta, semua stakeholder, seperti KONI, KOI/NOC, NPC dan federasi cabang olahraga bekerja bersama-sama untuk untuk terus meraih prestasi di kancah internasional.
Terlebih, Indonesia punya target saat merayakan HUT ke-100 pada 2044 nanti, Kemenpora menargetkan Indonesia berada di posisi lima besar Olimpiade edisi tersebut.


