Jakarta, IDN Times – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan Presiden Joko “Jokowi” Widodo membahas berbagai isu, termasuk Ukraina, ketika menghadiri working lunch dengan Kongres Amerika Serikat (AS) di Capitol Hill. Acara ini merupakan bagian dari KTT khusus ASEAN-AS yang diselenggarakan di Washington DC pada 12 dan 13 Mei 2022.
Menurut Retno, dalam pertemuan dengan Kongres yang dituan rumahi oleh Juru Bicara Kongres AS Nancy Pelosi tersebut, Jokowi diberi kesempatan berbicara pertama dan memperkenalkan para pemimpin ASEAN kepada Kongres.
“Untuk selanjutnya, bersama dengan Speaker Pelosi Presiden Jokowi memimpin jalannya pertemuan,” kata Retno ketika menyampaikan keterangan pers, Jumat (13/5/2022).
“Pertemuan berlangsung dengan sangat baik, terbuka dan sangat cair,” tambahnya.
Baca Juga: Ini Agenda Jokowi Selama Hadiri KTT Khusus ASEAN-Amerika Serikat
1. Pembahasan mengenai Ukraina
Dalam pertemuan tersebut, kata Retno, Jokowi menyampaikan perang di Ukraina telah menciptakan instabilitas, dampak kemanusiaan yang besar dan dampak ekonomi yang luar biasa.
“Bapak Presiden menekankan bahwa perang ini terjadi karena hukum internasional tidak dihormati secara konsisten, multilateralisme ditinggalkan, dan aksi unilateral dikedepankan,” ujar Retno.
Ia juga menyebut Jokowi khawatir apa yang terjadi di Ukraina dapat terjadi di kawasan lain, termasuk di Indo-Pasifik.
2. ASEAN nikmati perdamaian dan stabilitas
Lanjutkan membaca artikel di bawah
Editor’s picks
Retno mengungkapkan, pada kesempatan itu Jokowi juga menekankan selama lebih lima dekade, kawasan Asia Tenggara dapat menikmati perdamaian dan stabilitas karena negara-negara ASEAN bekerja keras membangun arsitektur kawasan yang mengedepankan paradigma win-win, bukan zero sum.
Selain itu, lanjut Retno, Jokowi menyebut kawasan mengedepankan budaya dialog, bukan persaingan. Juga, mengedepankan kerja sama inklusif, bukan pembendungan atau containment.
“Dan hukum internasional serta nilai-nilai multilateral menjadi panglima, bukan kekuatan militer dan aksi unilateral,” katanya.
“Dengan prinsip-prinsip tersebut, Bapak Presiden menyampaikan bahwa kawasan ASEAN mampu mengikis trust deficit dan mempertebal strategic trust di kawasan,” lanjut Retno.
Baca Juga: KTT ASEAN-AS: Biden Janjikan Bantuan Pembangunan Kawasan Rp2,1 Triliun
3. Jokowi ajak AS ikut jaga perdamaian Indo-Pasifik
Mengenai Indo-Pasifik, Retno menyebut, Jokowi menyampaikan ASEAN telah memiliki ASEAN Outlook on the Indo Pacific, yang tujuannya adalah termasuk memastikan keberlangsungan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik.
Ia juga menyebut Jokowi menekankan bahwa ia tidak ingin melihat Indo-Pasifik menjadi ajang rivalitas atau proyeksi kekuatan.
“Karena jika terjadi konflik, maka semua negara di Indo-Pasifik dan dunia akan dirugikan,” kata Retno.
“Bapak Presiden mengajak AS untuk menjadi bagian dari jangkar perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik. Bapak Presiden juga kembali menekankan pentingnya perdamaian, stabilitas dan kerja sama inklusif yang saling menguntungkan di Indo-Pasifik,” tandas Retno.


