• Beranda
  • Isu Utama
  • Bangun Negeri
  • Aspirasi
No Result
View All Result
cuit_ngabalin
No Result
View All Result
Home Berita Media

Ngabalin: Jangan Paksa Jokowi Batalkan Pemecatan Pegawai KPK

Admin Ngabalincenter by Admin Ngabalincenter
28 Juni 2021
in Berita Media
0
0
SHARES
0
VIEWS

Jakarta, CNN Indonesia — 

Related Posts

Namanya Dicatut di Surat Sumbangan Rp 800 Juta, Ngabalin Mau Lapor Polisi

Ngabalin: Ibarat Pesta, Jokowi Tempat Mencuci Piring dan Berhasil

Jelang Musorprov KONI DKI Jakarta, Ini Pesan untuk Pemilik Suara

Gaya Jokowi Memimpin Mirip Soeharto, Ngabalin Auto Mencak-mencak: Jangan Karena Kebencian Kamu…

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin meminta para pihak tak memaksa Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pemecatan 51 pegawai KPK readyviewed yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Diketahui, Deputi Direktur Public Virtue Research Institute (PVRI) Anita Wahid mendesak Jokowi membatalkan pemecatan terhadap 51 pegawa karena akan menumpulkan KPK dan pemberantasan korupsi.

“Enggak usah lagi paksakan presiden keluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu), kemudian enggak usah lagi paksakan presiden dengan segala macam frasa, diksi, enggak usah. Udah begitu aja,” kata Ngabalin saat dihubungi, Senin (21/6)

Ngabalin mengatakan TWK pegawai KPK tak perlu lagi menjadi polemik lantaran Ketua KPK Firli Bahuri sudah melantik pegawai KPK lolos menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Ngabalin, bagi pegawai yang tak lolos dapat bekerja di luar KPK. Ia menilai para pegawai KPK yang tak lolos itu memiliki potensi, kapasitas, hingga integritas yang cukup baik.

“Ya sudah, potensi dan kapasitas, ilmu pengalaman itu bisa dipakai untuk mengabdi ke bangsa dan negara ini, tapi tidak di KPK,” ujarnya.

PVRI sebelumnya mendesak agar Jokowi membatalkan pemecatan 51 pegawai KPK yang tak lolos TWK alih status menjadi ASN. Deputi Direktur PVRI Anita Wahid menyebut, pemecatan 51 pegawai itu justru akan merugikan KPK dan melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Anita yang juga putri dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gusdur itu juga meminta Badan Kepegawaian Negara (BKN) membuka dokumen hasil asesmen TWK yang dijadikan dalih dalam menyingkirkan 51 pegawai KPK.

Menurutnya, dokumen tersebut penting untuk melihat dugaan pelanggaran hak asasi pegawai.

“Presiden harus memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hak-hak pegawai KPK dalam proses TWK,” kata Anita.

Next Post

Istana Bicara Isu Jokowi Tiga Periode

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terpopuler

Tak Berkategori

Kakorlantas Apresiasi PJR Cikampek Gagalkan Aksi Pencurian Ban Serep di Tol

by doddodydod
14 Februari 2026
0

Jakarta - Jajaran PJR Induk Cikampek berhasil menggagalkan aksi pencurian ban serep yang menyasar kendaraan besar di bahu jalan Tol...

Read more
Prev Next

Kakorlantas Apresiasi PJR Cikampek Gagalkan Aksi Pencurian Ban Serep di Tol

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

Kakorlantas Polri Ajak Wujudkan Zero Accident dan Berikan Bantuan Kaki Palsu

Dr Muhamad Jumadi Buka Gladi Widya Satria Hasta Brata ke IV Kwarcab Kota Tegal

Anggaran Pilkada 2024 Lampung Selatan Rp 62 Miliar

Ketum Projo Hidupkan Lagi Wacana Jokowi 3 Periode!

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Anggaran Pilkada 2024 Lampung Selatan Rp 62 Miliar

by admin admin
8 Juli 2022
0

Ngabalin Ketularan Covid-19 Dari Siapa?

by Admin Ngabalincenter
11 Februari 2021
0

Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura, Ngabalin: Jangan Coba-Coba Korupsi

by Admin Ngabalincenter
27 Januari 2022
0

© Copyright Ngabalincenter Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Isu Utama
  • Bangun Negeri
  • Aspirasi

wpDiscuz