Jakarta, IDN Times – Presiden Joko “Jokowi” Widodo tampil dengan gaya berbeda saat menghadiri pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027 dan Harlah ke-96 NU. Jokowi mengenakan sarung berwarna hijau, dilengkapi jas abu-abu dan peci hitam.
Jokowi mengaku sempat bingung akan berpakaian seperti apa saat hadir di acara PBNU hari ini. Namun, ia mendapatkan masukan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno untuk menggunakan gaya Tanfidziyah atau Syuriyah.
“Saya bertanya ke Pak Menteri Sekretaris Negara, ‘Pak Menteri, besok pakaian apa?, ‘Pak, kalau yang Syuriah pakai sarung, kalau yang Tanfidziyah pakai celana panjang’. Saya sampaikan ke ‘Pak Menteri, saya ikut Syuriyah aja, pakai sarung’,” cerita Jokowi seperti disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/1/2022).
Baca Juga: PBNU pun Ingin Mendirikan Kantor Pusat di Kota Nusantara
1. Jokowi: Pandangan NU soal NKRI harga mati telah merangkai persatuan dan kesatuan bangsa
Jokowi mengucapkan terima kasih kepada NU yang telah membantu menjaga NKRI dan Pancasila. Menurutnya, pandangan NU soal NKRI harga mati telah merangkai persatuan dan kesatuan bangsa.
“NU dapat menunjukkan wajah Islam, menunjukkan wajah Indonesia yang teduh dan ramah di mata dunia, dan menunjukkan agama dan budaya yang bersanding saling memperkaya satu sama lain,” ujar Jokowi.
“Semua ini telah membuat Indonesia menjadi bangsa bersatu dalam keberagaman dan menjadi rujukan bagi bangsa-bangsa lain,” ucapnya lagi.
2. Jokowi katakan kekuatan NU bisa berkontribusi untuk dunia juga
Lanjutkan membaca artikel di bawah
Editor’s picks
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan bahwa kekuatan NU sangat besar, bukan hanya bisa berkontribusi untuk Indonesia tetapi juga dunia.
“Sekitar separuh lebih dari warga muslim Indonesia serta dengan jaringan organisasi yang sangat lengkap yang tersebar di seluruh pelosok negeri dan luar negeri, NU merupakan potensi bangsa yang sangat besar. Talenta-talenta muda hebat di NU juga semakin banyak jumlahnya yang tersebar dalam beragam profesi,” tutur Jokowi.
3. Jokowi sebut NU punya jaringan besar yang bisa digulirkan untuk agenda strategis nasional
Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan bahwa kontribusi NU adalah melalui peran besar para ulama. Dia menyebut juga NU memiliki organisasi yang luas. Menurut dia, jaringan organisasi NU mulai dari kecamatan hingga ke luar negeri.
“Ini yang saya lihat dengan cabang istimewa telah tersebar di lebih dari 100 negara di dunia. Jika jaringan ini digerakkan, dikonsolidasikan untuk menggulirkan agenda-agenda strategis nasional, ini akan menjadi kekuatan besar yang sangat potensial untuk mempercepat menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa dan kemanusiaan,” kata Jokowi.
Jokowi menambahkan, semua potensi perlu dijahit dan dirajut dalam rumah besar NU. Sehingga, NU bisa semakin berperan dalam kemandirian dan kemajuan bangsa.
“Semakin berperan dalam dunia yang penuh perubahan dan disrupsi, dalam dunia yang semakin diwarnai oleh ilmu pengetahuan dan teknologi,” lanjut dia.
Baca Juga: Jokowi Meminta NU Bertranformasi dalam Era Teknologi Digital


