Jakarta, IDN Times – Kapolda Papua Irjen (Pol) Mathius Fakhiri menyampaikan kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo ada kesulitan untuk mendistribusikan vaksin COVID-19 ke warga yang tinggal di daerah pegunungan, lembaga, dan daerah pesisir. Bahkan, menurut Fakhiri, kalau pun ada data mengenai capaian vaksinasi, diduga data tersebut fiktif. Data itu, kata dia, digunakan untuk kepentingan politik.
Mathius menjelaskan, pihaknya membagi target vaksinasi di Papua ke dalam tiga klaster yakni PON (Pekan Olahraga Nasional), transit, dan pegunungan. Papua terdiri dari tujuh kabupaten. Berdasarkan cakupan vaksinasi pertama, di tujuh kabupaten itu sudah mencapai 70 persen.
Sedangkan, suntikan kedua mencapai 53 persen. “Untuk kabupaten Jayapura dan Merauke, cakupan vaksinasi pertama sudah mencapai 80 persen. Sedangkan, Kabupaten Timika ditargetkan juga bisa mencapai 80 persen di bulan Maret,” ungkap Mathius ketika melapor ke Jokowi yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (18/2/2022).
Sedangkan klaster transit yang terdiri dari Kabupaten Biak, Nabire, Wamena, dan Serui ditargetkan akan mencapai 55 persen. Sementara, saat ini rata-rata cakupan vaksinasi mencapai 45 hingga 50 persen.
“Untuk di klaster pegunungan, lembah dan daerah pesisir, Bapak Presiden, kami laporkan distribusi vaksin sangat lambat,” tutur dia.
Lalu, bagaimana dengan situasi kasus COVID-19 di Papua? Apakah juga terdapat kenaikan kasus?
1. Kasus COVID-19 di Papua mencapai 672, kasus aktif 618
Mathius menambahkan,memasuki minggu keempat di bulan Februari 2022, terjadi kenaikan kasus COVID-19 yang signifikan di Papua. Saat ini, kata dia, jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 672.
Sedangkan kasus aktif mencapai 618. Jumlah pasien yang sembuh mencapai 53 orang. Sementara, pasien yang meninggal empat hari lalu berjumlah satu orang.
“Sebanyak 80-85 persen yang terkena COVID-19 melakukan isolasi mandiri karena tidak menunjukkan gejala atau OTG,” kata dia.
Kemudian, jumlah vaksin yang diterima di Papua mencapai 1.610.836 dosis. Vaksin yang terpakai mencapai 1.320. 216 dosis. Sehingga masih tersisa 289.620 dosis.
Baca Juga: Jelang PON XX Masih Banyak Warga Papua yang Enggan Divaksinasi COVID
Lanjutkan membaca artikel di bawah
Editor’s picks
2. Papua siapkan 15 rumah sakit rujukan untuk pasien COVID-19
Hal lain yang disampaikan oleh Mathius yakni ada empat kabupaten yang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 nya ditunda. Penyebabnya, stok vaksin di sana habis.
“Kami sudah menyampaikan ke kepala dinas, Bapak Presiden, untuk menambah stok vaksin. Hari ini stok vaksin itu akan tiba untuk didistribusikan ke empat kabupaten tersebut,” kata dia.
Cakupan vaksinasi untuk kaum lansia, remaja, dan anak pun masih tergolong rendah. Target lansia yang divaksinasi, kata Mathius, mencapai 173.361 orang. Tetapi, baru dicapai 25.901 atau 14 persen untuk vaksin pertama. Sedangkan, vaksin dosis kedua baru tercapai 10,85 persen.
“Sedangkan untuk remaja (12-17 tahun), ditargetkan 400.850 orang. Tetapi, yang baru dicapai 23,72 persen untuk vaksin pertama dan vaksin kedua mencapai 68.600 atau 16,82 persen,” tutur dia.
Sementara, cakupan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, ditentukan targetnya mencapai 329.516. Namun, jumlah yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 20.856 atau 6,31 persen. Sedangkan, vaksin kedua sudah diberikan kepada 2.084 orang atau 0,63 persen.
Untuk ketersediaan rumah sakit, Mathius melaporkan, ada 45 RS di Papua. Sebanyak 15 di antaranya digunakan untuk pasien COVID-19.
3. Presiden Jokowi memahami sulitnya mendistribusikan vaksin di Papua
Menanggapi laporan itu, Presiden Jokowi bisa memahami sulitnya mendistribusikan vaksin COVID-19 di Papua. Terutama untuk bisa menjangkau warga yang tinggal di area pegunungan.
“Oleh sebab itu, saya titip untuk kabupaten atau kota yang interaksinya tinggi, lebih difokuskan di sana saja. Didorong agar kecepatan vaksinasi bisa ditingkatkan,” ungkap Jokowi.
Berdasarkan data dari situs Kementerian Kesehatan, cakupan vaksinasi dosis kedua di Papua berada di posisi paling bawah yakni 22,52 persen.
Baca Juga: Kesaksian Nakes di Papua Lihat Rekan Disiksa dan Dibunuh KKB


