Jakarta, IDN Times – Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengungkapkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 20 persen. Sisanya akan menggunakan dana dari Kerja Sama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU) dan juga investor.
“Untuk kawasan inti yang di situ ada Istana dan gedung-gedung kementerian, ini memang itu semuanya dari APBN. Perkiraan kita 20 persen dari total anggaran yang dibutuhkan,” kata Jokowi saat menghadiri peresmian NasDem Tower, seperti yang disiarkan langsung di kanal YouTube NasDem TV, Selasa (22/2/2022).
“Sehingga 80 persen adalah baik KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha), baik PPP (Public Private Partnership), maupun dari investasi langsung oleh investor,” sambung dia.
Baca Juga: Hampir Sama Jakarta, Ini Luas Wilayah Pemerintahan IKN Nusantara
1. Jokowi tak ingin ada yang beranggapan pemerintah rusak hutan di Kaltim
Jokowi menyampaikan pemerintah akan membuat area tepian air di IKN lebih natural. Selain itu, ia menyebut, pemerintah juga akan merehabilitasi ekosistem hutan yang rusak.
“Jangan sampai ada sebuah anggapan bahwa kita ke sana untuk merusak hutan, yang kita pakai ini 256 ribu hektare. Nantinya, kurang lebih 50 ribu hektare itu yang dipakai, sisanya yang 200 ribu (hektare) adalah memang akan dibiarkan sebagai hutan hijau, yang jelek akan kita perbaiki, yang tidak baik akan kita perbaiki,” jelas presiden.
2. Jokowi ingin 80 persen transportasi di IKN transportasi umum
Lanjutkan membaca artikel di bawah
Editor’s picks
Lebih lanjut, Jokowi menyebutkan, sebanyak 70 persen area IKN Nusantara adalah area hijau. Tak hanya itu, ia juga ingin agar 80 persen kendaraan di sana adalah transportasi publik.
“Mobilitas orang itu didukung oleh 80 persen transportasi publik, jadi bukan mobil pribadi. Kemudian juga 80 persen lebih nanti akan menggunakan energi hijau, yaitu dari hydropower yang ingin kita bangun di sungai Kayan di Kalimantan Utara,” tutur dia.
Baca Juga: PAN Ingatkan Jokowi Kepala Otorita IKN Tak Boleh Rangkap Jabatan
3. Jokowi ajak masyarakat yang suka berjalan kaki pindah ke IKN
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan pemerintah ingin agar IKN Nusantara diprioritaskan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Sehingga, ia mengajak masyarakat yang suka berjalan kaki dan mengendarai sepeda, berpindah ke IKN.
“Yang senang jalan kaki itu silakan pindah ke ibu kota negara baru. Yang senang bersepeda juga, yang ingin sehat itu juga pindahlah ke ibu kota baru. Kalau yang senang naik mobil, apalagi mobilnya pakai BBM fosil, jangan pindah ke ibu kota baru, dan konsep besarnya adalah smart forest city. Banyak hijaunya dan banyak hutannya,” terang Jokowi.
“Semuanya dikelola dengan teknologi modern, baik transportasi, baik sistem pengairan, baik sistem kelistrikan, baik infrastruktur komunikasi, baik pelayanan publik,” imbuh Jokowi.


