Surakarta, IDN Times – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka hingga kini belum juga menempati rumah dinas Lodji Gandrung yang terletak di Jalan Slamet Riyadi No.261 Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Bangunan yang dulunya digunakan sebagai markas Gatot Subroto untuk menyusun strategi perang saat terjadi agresi militer Belanda II tahun 1948 tersebut didirikan tahun 1872 .
Gibran menyebutkan jika di rumah dinas peninggalan zaman kolonial Belanda tersebut terdapat satu kamar yang pernah digunakan oleh Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno untuk menginap. Hingga kini kamar tersebut masih terawat dengan baik.
Di dalam ruang Soekarno tersebut ada kamar mandi dalam, tempat tidur yang selalu dibersihkan, ada lemari kuno. Wastafel, serta meja rias. Kamar yang biasa digunakan Bung Karno tersebut selama ini dibiarkan kosong. Wali Kota Solo pun tidak ada yang tidur di kamar tersebut.
Baca Juga: Gibran Masuk 40 Tokoh Muda Indonesia Berpengaruh Versi Majalah Fortune
1. Tak digunakan untuk tidur
Saat ditanya wartawan, Gibran mengaku tidak pernah tidur di kamar Bung Karno tersebut. Tak hanya dirinya, bahkan ayahnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu masih menjabat sebagai Walikota Solo juga tidak pernah tidur di kamar tersebut.
“Tidak pernah, Bapak juga tidak pernah,”katanya saat ditemui Selasa (22/2/2022).
Meski demikian, Gibran mengaku pernah tidur di Loji Gandrung saat dirinya ditetapkan positif COVID-19, namun saat itu ia tidur di kamar sebelah kamar Bung Karno. “Di kamar sebelahnya kamar Bung Karno, ya gak ada perasaan apa-apa wong karantina,”katanya.
2. Sering ajak tamu melihat kamar
Lanjutkan membaca artikel di bawah
Editor’s picks
Meski tidak pernah digunakan untuk bermalam, namun keadaan di dalam kamar tersebut nampak bersih, dan tertata rapi. Bahkan Gibran sering mengajak tamu yang datang ke Loji Gandrung untuk melihat lansung kamar bersejarah tersebut.
“Disakralkan? Ya saya gak tahu. Pokoknya kalau ada tamu ke sini tak lihatkan, gitu saja,” ungkapnya.
Selain belum pernah tidur di kamar Bung Karno, ternyata putra sulung Presiden Jokowi itu juga tidak mengetahui persis isi kamar tersebut. Seperti saat ditanya keberadaan piano dan lukisan Bung Karno yang sebelumnya berada di dalam kamar tersebut.
“Ono (ada) piano to? Kayaknya enggak ada. Zamannya bapakku dulu ra ono piano ki,” ucapnya.
3. Tak pernah ada rencana pindah ke rumah dinas
Ditanya mengenai kapan rencana Gibran mengaku tak memiliki rencana untuk pindah. Ia bahkan tidak ada niat untuk mendiami rumah tersebut selama menjabat sebagai Wali Kota Solo. Meskipun di bagian belakang bangunan tersebut saat ini sudah dibangun bangunan baru.
“Gak dipakai, di rumahnya sendiri saja,”ucapnya.
Saat ini, Loji Gandrung lebih sering digunakan untuk tempat meeting dan tempat kegiatan warga. Gibran mempersilahkan warga yang akan menggunakan Loji Gandrung untuk berkegiatan.
“Silahan bikin acara apa kita fasilitasi di pendapi belakang. Sini sudah sering digunakan, tinggal ngajukan surat ke bagian umum nanti langsung tak iya kan. Gratis, malah biasanya kita sediakan makan juga. Penak to,” pungkasnya.
Baca Juga: Gibran Kepala Daerah Terkaya Jateng, Setahun Harta Tambah Rp4 Miliar


