Jakarta, IDN Times – Wakil Menteri Desa (Wamendes), Budi Arie, turut mengomentari dukungan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) kubu Surtawijaya.
Menurut Budi, dukungan masa jabatan presiden tiga periode merupakan kecintaan para kepala desa kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo.
“Jadi, kalau kepala desa menyuarakan secara spontan mengatakan, Jokowi tiga periode, itu bentuk kecintaan dan aspirasi terhadap komitmen Jokowi memajukan desa,” ujar Budi dalam acara diskusi Kompas TV, Rabu (6/4/2022) malam.
Baca Juga: Apdesi Pendukung Jokowi 3 Periode Klaim Tetap Sah Meski Tak Ada SK
1. Diklaim ada kekhawatiran bila bukan Jokowi, tak ada pemimpin yang peduli dengan desa
Budi mengklaim banyak mendapat masukan dari kepala desa, yang khawatir apabila presidennya bukan Jokowi, tidak ada pemimpin lain yang peduli dengan desa. Menurutnya, Jokowi selama menjabat menjadi presiden sejak 2014, sudah memberikan dana desa Rp486 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Lihat dalam delapan tahun sudah Rp486 triliun dana desa tersalur ke desa-desa, dan saya lihat progres desa-desa ini luar biasa, Pak Jokowi ini satu-satunya presiden yang mampu mengeksesui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016, tentang Desa. Jadi kemajuan desa itu nyata,” katanya.
“Karena ada juga ketakutan saya menangkap semua aspirasi dari pemerintah desa dan kepala desa, nanti kepempinan yang baru komitmen tentang desa,” sambungnya.
Baca Juga: Komisi II Cecar Mendagri Tito, Minta Tindak Apdesi Pendukung Jokowi
2. Apdesi dukung Jokowi tiga periode
Sebelumnya, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) menyatakan dukungannya pada Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk menjabat sebagai presiden tiga periode. Ketua Umum Apdesi Surtawijaya bahkan mendukung Jokowi jadi presiden seumur hidup.
Lanjutkan membaca artikel di bawah
Editor’s picks
“Saya sebenarnya bukan ukuran waktunya, saya lihat leadership. Karena kepemimpinan bagus, seumur hidup juga gak apa-apa kok. Kalau gak baik, satu hari udah selesai itu, berhenti,” ujar Surtawijaya di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 29 Maret 2022.
Dalam kesempatan itu, Surtawijaya menyampaikan, kelompoknya akan mendukung Jokowi menjadi presiden tiga periode.
“Habis Lebaran kami deklarasi. Teman-teman di bawah kan ini bukan cerita, ini fakta, siapa pun pemimpinnya, bukan basa-basi, diumumkan, dideklarasikan apa yang kita inginkan, Beliau kabulkan,” katanya.
Surtawijaya mengatakan, kepala desa memiliki timbal balik kepada Jokowi. Menurutnya, mendukung Jokowi sebagai presiden tiga periode menjadi bukti balas budi.
“Sekarang kita punya timbal balik, Beliau peduli sama kita, itulah harapan kita. Siapa tahu ke depan semua lebih baik. Teman-teman sepakat tadi, tiga periode, lanjutkan,” katanya.
Baca Juga: Apdesi Temui Ketua DPD, Curhat soal Gerakan Deklarasi 3 Periode Jokowi
3. Semula akan deklarasi pada 29 Maret 2022
Surtawijaya mengatakan, deklarasi dukungan Apdesi pada Jokowi sebagai presiden tiga periode sempat terhambat beberapa hal. “Tadinya mau hari ini, dilarang semua, saya capek dilarang sana-sini,” ucapnya, saat itu.
Surtawijaya mengklaim, tak ada yang mengarahkan Apdesi dalam mendukung Jokowi menjadi presiden tiga periode. Menurutnya, ini murni aspirasi dari kepala desa.
“Pure gini kepala desa jawara, intelektualnya banyak juga. Dilihat ini (tuntutan) dikabulkan, selesai pada bagi dia. sekarang giliran aku belain dia (Jokowi). Kenapa? Timbal balik dong, tadi kan aku bilang 1-0, sekarang 1-1, artinya kepala desa berjuang,” katanya.
Surtawijaya juga mengklaim, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, melarang adanya deklarasi Jokowi tiga periode.
“Gak ada, dia ngelarang malah, ketemu saja dilarang,” ujarnya.


