• Beranda
  • Isu Utama
  • Bangun Negeri
  • Aspirasi
No Result
View All Result
cuit_ngabalin
No Result
View All Result
Home Otoriter

Sejarah Istana Kepresidenan Tampaksiring di Bali

Admin Ngabalincenter by Admin Ngabalincenter
10 Mei 2022
in Otoriter
0
0
SHARES
0
VIEWS

Related Posts

Ketum Projo Hidupkan Lagi Wacana Jokowi 3 Periode!

Dihidupkan Lagi Projo, Wacana Jokowi 3 Periode Dinilai Bakal Kandas

KPU Minta Jokowi Segera Terbitkan Perpres dan Inpres soal Pemilu 2024

Jokowi Resmikan Proyek Baterai Listrik LG Rp142 T di Batang

Istana Kepresidenan adalah kantor atau tempat kediaman Presiden Republik Indonesia. Istana Kepresidenan yang berjumlah 6 ini terdiri dari Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Negara, Istana Cipanas, Istana Yogyakarta, dan Istana Tampaksiring.

Istana Kepresidenan Tampaksiring terletak di Pulau Bali tepatnya Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Lokasinya berdekatan dengan Pura Tirta Empul.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengunjungi Pura Tirta Empul tersebut, pada Jumat (6/5/2022) lalu, dan menginap di Istana Kepresidenan Tampaksiring. Ini adalah kali pertama Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI) tersebut menginap di istana ini selama menjabat sebagai presiden.

Berikut ini sejarah Istana Kepresidenan Tampaksiring melansir dari Setneg.go.id.

Baca Juga: Sejarah Pura Tirta Empul, Pernah Dikunjungi Jokowi dan Obama

1. Satu-satunya Istana Kepresidenan yang dibangun setelah Kemerdekaan RI

Sejarah Istana Kepresidenan Tampaksiring di BaliIstana Kepresidenan Tampaksiring. (YouTube.com/Kementerian Sekretariat Negara RI)

Dilansir situs Setneg.go.id, Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu-satunya Istana Kepresidenan yang dibangun setelah kemerdekaan RI. Pembangunan istana ini dimulai pada tahun 1957 dan rampung pada 1960.

Berdiri atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan bagi Presiden RI beserta keluarga dan tamu-tamu negara yang berkunjung ke Bali. Ia memilih lokasi ini karena udaranya sejuk dan jauh dari keramaian, sehingga cocok dijadikan sebagai tempat peristirahatan.

Baca Juga: Makna Ngaben di Bali Menurut Lontar Yama Purwana Tattwa

2. Bung Karno jatuh hati dengan lokasi Istana Kepresidenan Tampaksiring

Sejarah Istana Kepresidenan Tampaksiring di BaliPura Tirta Empul Tampaksiring. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Sebelum menentukan lokasi untuk Istana Kepresidenan Tampaksiring, Presiden Soekarno (Bung Karno) beberapa kali mengunjungi Bali sebelum tahun 1955. Selama ini ia kerap bermalam di rumah tetirah milik Raja Gianyar di Tampaksiring.

Pada masa Raja Gianyar V dan VI, pesanggrahan tersebut banyak digunakan oleh para tamu asing, khususnya pejabat pemerintah Hindia-Belanda. Selain pemandangan yang asri dan indah, Bung Karno juga menyukai beberapa pura di sekitar pesanggrahan tersebut. Beberapa pura itu seperti Pura Tirta Empul, Pura Tegeh, Pura Puca, dan Pura Gunung Kawi.

Baca Juga: 10 Potret Gianyar Tempo Dulu, Kini Berusia 251 Tahun

3. Kecintaan Bung Karno meluluhkan hati Raja Gianyar

Sejarah Istana Kepresidenan Tampaksiring di BaliSuasana Istana Kepresidenan Tampaksiring yang sejuk. (youtube.com/Kementerian Sekretariat Negara RI)

Raja Gianyar mengetahui kalau Bung Karno sangat menyukai lokasi pesanggrahan tersebut. Hal ini membuat Raja Gianyar menyerahkan lahan pesanggrahannya kepada Negara.

Bak gayung bersambut, pada tahun 1955, Bung Karno memerintahkan seorang arsitek bernama RM Soedarsono untuk merancang bangunan Istana Kepresidenan di lokasi tersebut. Untuk diketahui, RM Soedarsono adalah seorang arsitek dari Jawatan Pekerjaan Umum. Jawatan ini bertugas untuk membangun Istana Kepresidenan di Tampaksiring.

Pada tahun 1957, pesanggrahan dibongkar dan dibangun Wisma Merdeka. Pembangunan ini di bawah pengawasan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Seksi Gianyar, Tjokorda Gde Raka.

4. Bung Karno turut serta dalam perancangan bangunan maupun interiornya

Sejarah Istana Kepresidenan Tampaksiring di BaliBagian dalam Istana Kepresidenan Tampaksiring. (YouTube.com/Sekretariat Kabinet RI)

Sebagai insinyur sipil, Bung Karno ikut serta dalam pelaksanaan konstruksi. Selama berkunjung untuk melihat kemajuan pembangunan istana, Bung Karno kerap memberikan masukan atau perubahan kecil terhadap rancang bangun di lokasi.

Sentuhan-sentuhan Bung Karno juga terlihat pada beberapa bagian istana seperti mengatur tata letak pohon-pohon yang akan ditanam, pembuatan kolam, penempatan lukisan dan patung, pemilihan koleksi lukisan yang akan dipajang, dan lainnya.

5. Raja Bhumibol dari Thailand adalah tamu Negara pertama yang menginap

Sejarah Istana Kepresidenan Tampaksiring di BaliRaja Thailand, Bhumibol Adulyadej. (Damir Sagolj/Reuters/ANTARA FOTO)

Selain untuk presiden RI beserta keluarga, fungsi Istana Kepresidenan juga sebagai tempat peristirahatan bagi tamu Negara yang mengunjungi Bali. Penyelenggaraan layanannya bekerja sama dengan Bali Beach Hotel, yang merupakan hotel bertaraf internasional pertama di Bali.

Kemudian secara perlahan dilaksanakan oleh pegawai Rumah Tangga Kepresidenan, dan kini berubah nama menjadi Sekretariat Presiden. Istana Kepresidenan Tampaksiring memiliki fasilitas dapur dan laundry yang setara dengan hotel berbintang lima.

Tamu Negara pertama yang menginap di sini adalah Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand bersama permaisurinya pada tahun 1957. Selain itu, ada beberapa tamu Negara penting lainnya yang pernah menginap di istana ini seperti Presiden Ne Win dari Birma (sekarang Myanmar), Presiden Tito dari Yugoslavia, Presiden Ho Chin Minh dari Vietnam, Perdana Menteri Nehru dari India, Perdana Menteri Khruschev dari Uni Soviet, Ratu Juliana dari Negeri Belanda, dan Kaisar Hirohito dari Jepang.

Pada tahun 2003, zaman pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri, Istana Kepresidenan Tampaksiring direnovasi dengan menambahkan beberapa bangunan dan fasilitas-fasilitas baru. Hal ini terkait dengan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN XIV (ASEAN Summit XIV) yang diselenggarakan pada tanggal 7 hingga 8 Oktober 2003.

Kini, wilayah di sekitar istana dijadikan sebagai tempat wisata untuk umum dalam waktu-waktu tertentu. Jika berwisata ke tempat ini, pengunjung juga bisa melihat kawanan kijang yang terdiri dari dua jenis, yaitu totol dan bawean.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis.
Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Tags: Discovery
Next Post

KPK Setor Rp375 Juta ke Negara dari 2 Menteri Koruptor Era SBY-Jokowi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terpopuler

Tak Berkategori

Kakorlantas Apresiasi PJR Cikampek Gagalkan Aksi Pencurian Ban Serep di Tol

by doddodydod
14 Februari 2026
0

Jakarta - Jajaran PJR Induk Cikampek berhasil menggagalkan aksi pencurian ban serep yang menyasar kendaraan besar di bahu jalan Tol...

Read more
Prev Next

Kakorlantas Apresiasi PJR Cikampek Gagalkan Aksi Pencurian Ban Serep di Tol

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,291 Ton Narkoba Senilai Rp1,7 Triliun

Kakorlantas Polri Ajak Wujudkan Zero Accident dan Berikan Bantuan Kaki Palsu

Dr Muhamad Jumadi Buka Gladi Widya Satria Hasta Brata ke IV Kwarcab Kota Tegal

Anggaran Pilkada 2024 Lampung Selatan Rp 62 Miliar

Ketum Projo Hidupkan Lagi Wacana Jokowi 3 Periode!

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Anggaran Pilkada 2024 Lampung Selatan Rp 62 Miliar

by admin admin
8 Juli 2022
0

Ngabalin Ketularan Covid-19 Dari Siapa?

by Admin Ngabalincenter
11 Februari 2021
0

Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura, Ngabalin: Jangan Coba-Coba Korupsi

by Admin Ngabalincenter
27 Januari 2022
0

© Copyright Ngabalincenter Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Isu Utama
  • Bangun Negeri
  • Aspirasi

wpDiscuz