Jakarta, IDN Times – Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan pemerintah ingin agar ibu kota negara (IKN) Nusantara diprioritaskan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Sehingga, ia mengajak masyarakat yang suka berjalan kaki dan bersepeda berpindah ke ibu kota baru di Kalimantan Timur.
“Yang senang jalan kaki itu silakan pindah ke ibu kota negara baru. Yang senang bersepeda juga, yang ingin sehat itu juga pindahlah ke ibu kota baru. Kalau yang senang naik mobil, apalagi mobilnya pakai BBM fosil, jangan pindah ke ibu kota baru dan konsep besarnya adalah smart forest city. Banyak hijaunya dan banyak hutannya,” kata Jokowi saat menghadiri peresmian NasDem Tower, seperti yang disiarkan langsung di kanal YouTube NasDem TV, Selasa (22/2/2022).
“Semuanya dikelola dengan teknologi modern, baik transportasi, baik sistem pengairan, baik sistem kelistrikan, baik infrastruktur komunikasi, baik pelayanan publik,” sambung dia.
Baca Juga: PAN Ingatkan Jokowi Kepala Otorita IKN Tak Boleh Rangkap Jabatan
1. Jokowi ingin 80 persen transportasi di IKN transportasi umum
Jokowi juga menyampaikan, sebanyak 70 persen area IKN Nusantara adalah area hijau. Ia juga ingin agar 80 persen kendaraan yang ada di sana adalah transportasi publik.
“Mobilitas orang itu didukung oleh 80 persen transportasi publik, jadi bukan mobil pribadi. Kemudian juga 80 persen lebih nanti akan menggunakan energi hijau, yaitu dari hydropower yang ingin kita bangun di sungai Kayan di Kalimantan Utara,” tutur dia.
2. Jokowi katakan pemindahan IKN untuk hindari ketimpangan
Lanjutkan membaca artikel di bawah
Editor’s picks
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan alasan IKN harus pindah. Ia menyebut pulau Jawa dan Jakarta sudah menjadi magnet dari seluruh kota di Indonesia. Maka itu, untuk menghindari ketimpangan, Jokowi ingin IKN dipindahkan ke Kalimantan Timur.
“Yang terjadi adalah ketimpangan perputaran ekonomi antara Jawa dan luar Jawa. Yang terjadi adalah ketimpangan antar wilayah, yang terjadi adalah ketimpangan infrastruktur antara Jawa dan luar Jawa,” ujar Jokowi.
Baca Juga: Jokowi: IKN Pindah Sudah Diketok DPR, Mestinya Tak Diperdebatkan Lagi
3. Jokowi sebut rencana pemindahan IKN sudah sejak zaman Sukarno hingga Soeharto
Jokowi menerangkan rencana pemindahan IKN sudah ada sejak zaman Sukarno hingga Soeharto. Namun belum bisa terealisasi.
“Pak Harto juga memiliki gagasan yang sama untuk memindahkan ibu kota, tapi bergeser sedikit ke Jonggol di Jawa Barat, sehingga kajian-kajian itu sudah ada sebelumnya,” ucap presiden.
“Sekali lagi, perpindahan ini adalah untuk pemerataan, baik pemerataan infrastruktur, pemerataan ekonomi dan juga keadilan sosial,” imbuh Jokowi.


