Jakarta, IDN Times – Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyoroti antrean masuk kapal di Pelabuhan Merak, Banten saat mudik Lebaran 2022. Menurutnya, hal itu terjadi karena meningkatnya volume kendaraan yang ingin menyeberang.
“Memang, volume kendarannya yang terlalu banyak, tidak sesuai dengan kapasitas dermaga dan yang ada. Memang kapalnya sudah disiapkan, ditambah, dari 30-an menjadi 50-an, tetapi juga belum cukup. Tambah dermaganya dua lagi, baru bisa mengurangi,” ujar Jokowi dalam keterangannya, Senin (3/5/2022).
Baca Juga: Mulai Malam Ini, Truk Dilarang Melintas di Pelabuhan Merak
1. Ada 85 juta warga mudik Lebaran tahun ini
Jokowi menuturkan, pada 2022 ada 85 juta warga yang mudik Lebaran. Menurutnya, ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang digunakan saat mudik Lebaran.
“Jumlah yang banyak sekali, sehingga saya mengimbau untuk kembalinya agar juga ada yang lebih awal,” ucapnya.
Jokowi juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa melakukan arus balik lebih awal. Sebab, prediksi arus balik terjadi pada 7 hingga 8 Mei 2022.
Baca Juga: 5 Potret Antrean Kendaraan Mudik di Merak yang Makan Waktu 5 Jam
Lanjutkan membaca artikel di bawah
Editor’s picks
3. Jokowi salat Idul Fitri di Istana Kepresidenan Yogyakarta
Presiden Jokowi melaksanakan salat Idul Fitri 1443 Hijriah di Istana Kepresidenan Yogyakarta bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Sekretaris Presiden, Jokowi melaksanakan salat Idul Fitri 1443 Hijriah pukul 06.30 WIB. Pelaksanaan salat selesai pada pukul 07.00 WIB.
4. Kaesang ikut salat Idul Fitri di Istana Yogyakarta
Selain Iriana, Kaesang Pangarep juga ikut melaksanakan salat Idul Fitri di Istana Kepresidenan Yogyakarta.
Imam dan khatib salat Idul Fitri di Istana Kepresidenan Yogyakarta hari ini yakni Masmin Afif yang merupakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tema khotbah dalam salat Idul Fitri di Istana Kepresidenan Yogyakarta “Solidaritas Sosial di Masa Pandemi”.
“Semoga momentum Idul Fitri benar-benar mampu mengantarkan tatanan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai agama, akhlak mulia, kebersamaan, kasih sayang, serta terus saling peduli di tengah pandemi demi terciptanya tatanan masyarakat yang berharkat, bermartabat, sejahtera, berkeadaban, di bawah naungan rida, magfirah, dan kasih sayang Allah SWT,” ujar Afif.


